KEINDAHAN DALAM KESEHARIAN KITA

Mungkin kita merasa bahwa perjalanan hidup kita setiap hari begitu rutin, begitu saja, berubah tanpa bekas atau tidak ada sesuatu yang baru dirasakan. Anaximandros seorang filsuf Yunani pada beberapa abad sebelum Kristus mengatakan: “segala sesuatu adala mengalir”. Inilah kebenaran yang menurut sang filsuf, suatu kebenaran absolut. Ide ini dapat diterima karena memang segala sesuatu terus berubah, “mengalir seperi air” tanpa kita pikirkan atau tidak, tanpa campur tangan atau tidak. Smuanya terus berubah.

Tetapi filsuf lain yang hidup hampir seabad dengannya mengatakan: “segala sesuatu adala konstan. Yang mengalir itu ialah konstan, tetap”. Ide ini juga dapat diterima, bahwa jika segala sesuatu selalu berubah, mau mengatakan bahwa yang terus berubah dan mengalir itu bersifat tetap.

Kita bukan mau mempersoalkan apakah segala sesuatu itu berubah dan selalu tetap tetapi kita ingin mengikuti perjalanan sejarah hidup kita pribadi dan bersama sebagai suatu rahmat, grazia, grace, hadiah cuma-cuma. Dari matahari terbit sampai terbenamnya, dari bangun tidur sampai tidur lagi… semua terus berlanjut sebagai sebuah rutinitas harian, yang kadang membosankn juga.

Tetapi jika kita melihat dan menghayatinya dengan penuh rasa terima kasih kepada segala sesuatu yang tampak bagi kita dan sebagai sesuatu yang memperngaruhi kita, kita akan merasakan bahwa hidup itu sesuatu yang berharga, sesatu yang terus tetap dan berubah, yang di damnya kita bergerak dan hidup. Tanpa sadar atau tidak, rasa atau tidak, semuanya membentuk diri kita, pandagan kita, pikiran kita, rasa kita, opini kita dan seluruh halyang berkaitan dengan hidup kita.

Itulah yang kita sebut dengan keindahan. Keindahan tertemukan di dalam perubahan dan kekonstanan yang kita alam setiap hari. Kita dibentuk oleh perubahan dan kekonstanan itu dan kita juga terlibat dalam proses perubahan dan kekosntanan itu. Di sanalah tertemukan keindahan hidup. Dan jika lebih dalam kita melihat, terdapat suatu kekuatan dasyat yang hadir dalam kedua kekuatan itu. Kedasyatan itu ada dalam diri kita dan juga di luar diri kita. Di dalam diri kita berupa roh penggerak, roh pendorong, roh motivasi, yang terus membakar semangat kita untuk berubah atau bersikap tetap jika tidak dibutuhkan berubah. Di luar diri kita juga terdapat kekuatan lain seperti alam, udara, tanah, air, api, dan lain sebagainya.

Inilah jelmaan dari sang khalik, sang penguasa, sang “budha”, sang “bhahman” atau dalam bahasa religius kita SANG PENCIPTA. Dia begitu kuat hadir dalam diri kita dan dalam lingkungan, dan membuat segala sesuatu menjadi indah, terpesona, terkagum. Sayang bahwa tidak semua ciptaan-Nya menyadari setiap saat. Melihat, memandang dan merasakan hari baru dengan penuh syukur adalah tanda bahwa kita selalu berada dalam waktu yang terus berubah dan akhirnya menjadikan dir kita terpesona bagi maklum ciptaan lain. Membuat diri terpesona, adalah tanda bahwa kita membentuk perubahan dan kekonstanan itu menjadi lebih sempurna, atau paling kurang menuju kepada kesempurnaan itu.

Akhirnya, entah bagaimanapun, kita yang hidup dalam alam yang terus berubah dan konstan, berani melihat keseharian hidup kita sebagai sebuah keindahan yang amat dalam, sebuah rahmat dan grazia atau grace yang besar, yang tidak akan terulang lagi seperti pada saat sebelumnya. Melihat bahwa setiap peristiwa hidup hanya terjadi sekali saja, dan tidak akan terulang lagi. Dan yang sekali itu ialah rahmat keindahan, yang kesemuanya berasal dari Tuhan kita, Pencipta kita. Sykukur dan sembah adalah sikap hati dan budi yang pantas dipersembahkan kepada-Nya.

Selamat menikmati keindahan setiap hari yang kita terima dari SUMBER KEINDAHAN HIDUP KITA.

sergio
Roma, 17 April 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s