SIAPAKAH AKU INI MENURUT ENGKAU?

26.07.2009 113Apakah Anda mengenal saya? Apakah saya mengenal Anda? Apakah Anda mengenal anak-anak Anda? Apakah Anda mengenal orangtua Anda? Apakah kita mengenal bersama rekan-rekan kerja yang bekerja dengan kita? Apakah antara Anda dan istri atau suami Anda sudah saling mengenal? Mungkin kita mengatakan, ah…itu adalah pertanyaan konyol yang semestinya tidak pernah ditanyakan. Tetapi justru pertanyaan seperti itu menjadi penting tatkala kita harus sungguh-sungguh mengenal orang ada di sekitar lingkungan kita.
Judul tulisan ini ialah: “siapakah AKU ini menurut engkau?” Tetapi tulisan ini lebih bertujuan melihat salah satu makna dari “pengenalan” akan Tuhan, Yesus. “Pengenalan” akan Yesus berarti juga “pengenalan” akan Allah. Apa persis arti pengenalan yang termuat di dalam bacaan-bacaan Kitab Suci Kristen? Kita ingin serena melihat makna ini dalam sudut pandang yang lebih bebas, dalam arti tafsiran yang lebih bebas.
Kitab Perjanjian Lama melalui nabi Yesaya sedikit memberikan gambaran yang jelas tentang pengenalan itu. Yesaya merasakan, mengimani dan mengenal dengan kualitas yang sangat mendalam bahwa Yahwe tinggal bersamanya, siap menolongnya. Karena itu, meskipun berhadapan dengan musuh-musuh yang siap membunuhnya, Yesaya tetap mengandalkan Tuhan, karena Yesaya mengenal bahwa Yahwe adalah Allah penolong. Pengenalan Yesaya yang mendalam akan Yahwenya membawa dia kepada suatu kesakitan, penderitaan dan kematian. Tetapi Yesaya yakin, bahwa akhir hidupnya di tangan Yahwe. Dia menyerahkan seluruh hidup dan nyawanya untuk Yahwe. Inilah akibat dari sebuah “pengenalan” yang sungguh-sungguh. Kisah tentang pengenalan Yesaya akan Yahwe juga dirasakan dan dialamai oleh para nabi yang lain dalam seluruh karya pewartaan mereka. Karena itu, mengenal berarti “mengerti”. “Mengerti” berarti “mengetahui” dan “mengetahui” berarti juga ikut merasakan dan menyerahkan diri kepada apa yang dikenal, diketahui, dimengerti.
Dalam Perjanjian Baru, melalui rasul Yakobus, juga dilukiskan bagaimana ciri-ciri dari orang yang sungguh mengenal Allah. Hanya satu hal yang ditekankan oleh Yakobus: orang yang mengenal Yesus dan Bapa dengan baik ialah “orang yang sungguh beriman dan mempraktekkan imannya itu dalam perbuatan”. “Iman tanpa perbuatan ialah mati” menjadi ciri utama bagi orang-orang yang menamakan dirinya pengikut Kristus, yang mengenal Kristus secara mendalam.
Nah, bagaimana dengan kata Injil-Injil? Apakah para murid mengenal Yesus? “Apa kata orang tentang Aku”? tanya Yesus kepada para murid. Inilah bentuk pertanyaan yang secara pelan namun pasti, membimbing kepada inti pertanyaan Yesus kepada mereka. Yesus tahu, bahwa para murid sudah lebih 2 tahun hidup bersama Dia, tetapi Yesus sekarang ingin tahu dengan persis, bahwa mereka telah sungguh mengenal Dia. Kalaupun sudah mengenal, pengenalan seperti apakah yang mereka miliki? Mengenal nama? Mengenal latar belakang keluarga dan hidup Yesus sebelumnya? Mengenal sifat dan watak Yesus? Apa maksud Yesus dengan pengenalan itu?
Jawaban Petrus menjadi titik cerah untuk dirinya, untuk para murid lainnya dan untuk Yesus sendiri dan untuk kita: “Engkau adalah Kristus”. Jawaban “Engkau adalah Kristus” adalah sebuah pengakuan iman akan pengenalan yang sangat mendalam. Kristus berarti “yang diurapi dari Allah” dan itu disamakan dengan “Anak Allah” dan juga “Allah sendiri”. Menurut Petrus, Yesus adalah Allah yang Emanuel, yang ada di antara kita. Pengenalan Petrus akan Yesus bukanlah sebatas pengenalan nama, latar belakang, cita-cita, tetapi pengenalan yang merubah seluruh hidupnya untuk menjadi seperti hidup dan pribadi Yesus. Pengenalan Petrus dan para murid lain (kecuali Yudas pengkianat) membawa mereka kepada pengenalan akan Allah hadir di antara mereka, menolong mereka, menyertai mereka, termasuk di saat-saat sulit, termasuk kematian. Dan itulah yang dikatakan Yesus dengan “mengikuti Aku dan memanggul salibnya sendiri”. Mengenal Yesus berarti hidup bersama Dia, mengikuti Dia, mengimani Sabda-Nya, setia kepada Gereja dan menghidupi sakramen-sakramen. Ini adalah salib kita, tetapi sekaligus menjadi tanda bahwa kita sungguh mengenal Dia secara pribadi.
Di sini, kita hanya ingin mencoba merenungkan arti pengenalan akan Allah yang sesungguhnya, berdasarkan sabda Tuhan yang kita dengar hari ini. Pertama: mengenal akan Allah dan Yesus berarti menjadikan hidup kita seperti hidup Yesus. Hidup kita selalu berada dalam rebutan Allah dan iblis. Kita pun tahu bahwa di akhir jaman, Kristus akan sekali lagi bertanya kepada kita masing-masing: “siapakah aku ini menurut Anda?” Pernyataan macam apakah yang akan kita jawab? …..oh…itu kata romomu, guru agamamu? Yesus akan menuntut jawaban kita dan praktek kita (seperti kata rasul Yakobus dlm bacaan kedua) serta menuntut kesetiaan dalam iman seperti yang ditunjukkan oleh nabi Yesaya.
Kedua, entah bagaimanapun, pengenalan kita akan Tuhan, akan Allah, akan Yesus, juga harus mempunyai rembesannya dalam kebersamaan kita setiap hari. Saling mengenal yang baik di antara kita, di antara kelompok kita, di tempat kerja kita, di dalam keluarga kita; akan membantu kita untuk mengembangkan saling percaya, saling menghormati dan saling mencintai yang berkualitas. Mengenal ialah mencintai, memberikan hidup seutuhnya kepada yang dikenal, dan mempercayakan seluruh hidup kepada yang dikenalnya. Inilah pengenalan yang sejati. Kadang ada kisah yang cukup memilukan didengar, bahwa pasangan suami istri yang sudah hidup sekian lama, tetapi kadang mereka tidak mengenal satu sama lain. Mereka hanya hidup bersama tetapi mereka tidak saling mengenal secara mendalam. Masing-masing tetap menjadi misteri bagai yang lain. Ketika ditanyakan oleh pasangannya, “siapakah aku ini menurutmu”, wah… jawabannya hebat dan romantis…, tetapi bagaimana prakteknya? “Engkau kok tetap misteri untukku ya…”? Entahlah. Malah membuat pasangannya menjadi lebih bingung, atau saling bingung…. Dan bertanya dalam hari, “siapakah orang ini untuk aku ya..?” Tetapi mungkin ada juga antara orangtua dan anak yang tidak saling kenal dengan baik. Mungkin orangtua mengenal anak-anaknya tetapi sebatas pada yang biasa-biasa saja, tapi mengenal yang susungguhnya malah tidak…. Sebaliknya, anak-anak juga kadang tidak mengenal orangtua (mungkin karena sibuk sekolah, ga ada waktu untuk saring pengalaman). Dikatakan mengenal, tetapi mereka kadang tidak mematuhi orangtuanya? Apakah arti pengenalan menurut Kitab Suci untuk kita?
Melalui tulisan singkat ini, kita mencoba untuk mengenal teman-teman kita, mengenal partner kerja kita, mengenal anggota keluarga kita (anak, suami, istri) dengan baik dan mendalam serta melakukan sesuatu bagi mereka sebagai tanda bahwa kita mengenal mereka. Karena dengan melakukan demikian, kita juga telah melakukan untuk Yesus, untuk Allah. Dengan itu kita juga akan siap menjawab dengan jawaban yang tepat ketika pada saatnya Yesus bertanya: “siapakah Aku ini menurut Anda”?

Beranda, 13 September 2009
sergio

Iklan

2 thoughts on “SIAPAKAH AKU INI MENURUT ENGKAU?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s