J. MARITAIN DAN PRIBADI MANUSIA

Dari sudut pandang filosofis, konsep dasar tentang apa yang harus dipertahankan ialah pribadi manusia. J. Maritain sangat menekankan dalam konsep pendidikannya tentang pribadi manusia. Manusia adalah seorang pribadi yang memiliki akal budi dan kehendak. Manusia tidak eksis hanya sebagai «keberadaan kefisikan»: tetapi terdapat dalam dirinya sebuah keberadaan yang lebih mulia dan lebih kaya: yaitu kesungguhan keberadaan spiritual, yang juga mencakup pengetahuan dan cinta. Karena itu dan dalam arti ini, semua, dan tidak hanya satu bagian, adalah universal dalam dirinya sendiri, sebuah mikrokosmos dalam makrokosmos, yang secara sadar atau tidak, terus berjalan menuju ke kekekalan. Melalui cinta manusia dapat menyumbangkan dirinya secara bebas kepada «keberadaan-keberadaan» yang adalah untuk dia sebagai yang lain bagi dirinya sendiri.
Jika kita mencari atau meneliti keradikalan yang pertama dari semua, bahwa kita dikondisikan untuk mengakui kepenuhan realitas filosofis tentang konsep jiwa ini, bahwa banyak kekayaan konotasi-konotasi, yang mana Aristoteles gambarkan sebagai prinsip pertama kehidupan dari setiap organisme dan melihat menyediakan dalam diri manusia yaitu intelek yang melebihi hal material, dan untuk itu kekristenan telah mengatasi sebagai «Jaman Tuhan» dan sebagai fakta untuk hidup kekal. Dalam daging dan dalam tulang manusia ada jiwa yang adalah roh dan adalah lebih dari semua keuniversilanan fisik. Untuk itu manusia tidak hanya tergantung dari bantuan yang lebih bersifat materi, tetapi keberadaan pribadi manusia selalu berada dalam keutamaan tentang jiwanya, yang menguasai waktu dan kematian. Itu adalah roh yang adalah akar kepribadian.
Konsep kepribadian mengimplikasikan tentang keseluruhan totalitas dan kemandirian. Mengatakan bahwa seorang manusia adalah pribadi berarti mengatakan bahwa dalam dasar keberadaannya, entah itu keseluruhan atau bagian-bagian, adalah lebih mandiri untuk melayani. Ini adalah misteri kenaturalan kita bahwa pemikiran religius menyatakan ketika mengatakan pribadi manusia direferensikan kepada gambar Allah. Seorang pribadi manusia memiliki martabat absolut karena secara mandiri dihubungkan langsung dengan kerajaan keberadaan, kebenaran, kebaikan, keindahan, dengan Tuhan; dan hanya melalui ini dia dapat sampai pada keberadaan yang sempurna. Tempat tinggal atau rumah spiritual adalah seluruh keteraturan nilai-nilai yang absolut, yang mana merefleksikan dalam beberapa bentuk keallahan yang absolut yang mentransendenkan dunia, dan mempunyai dalam dirinya kemampaun untuk menarik minat yang lainnya kepada dirinya.

Beranda, 5 Desember 2010

Sdr. Sergio Lay OFMCap.

2 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    Rochimah Satuman berkata,

    trims….pemahaman artijel ini/


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.